12.28.2010

DINAS KESEHATAN PERIKSA WARGA TANPA ANUS

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Titus Nursiwan segera memerintahkan petugas Puskesmas Kecamatan Sungai Kakap untuk memeriksa Joko Purwanto, warga Dusun Merak RT 02/08 Desa Sungai Kakap yang hidup selama 14 tahun dengan anus buatan di perutnya.

"Kita baru mengetahui kasus Joko itu melalui pemberitaan di media, makanya saya meminta petugas puskesmas Kecamatan Sungai Kakap untuk mengecek langsung kondisi Joko," kata Titus di Kecamatan Sungai Raya, Rabu (27/10).

Dipaparkannya, dari laporan yang diberikan Petugas Puskesmas Kecamatan Sungai Kakap, pihaknya sudah menemui yang bersangkutan berikut pihak keluarganya. "Kalau memang Joko layak dioperasi, maka akan kita upayakan operasinya," tutur Titus.

Joko Purwanto (14) putra bungsu dari 4 bersaudara pasangan Wagianto (48) dan Farida (62) menjalani kehidupan sehari-hari tanpa adanya anus atau saluran pembuangan kotoran secara normal seperti anak seusianya. Joko kesehariannya hidup dengan anus buatan di bagian kiri perutnya.

Sejak berumur 3 hari dilahirkan divonis memiliki kelainan atau penyumbatan pada anusnya, karena asupan makanan yang dicerna tak kunjung dikeluarkan secara normal dan kondisi perutnya terus membesar, makanya saat itu Wagianto dan istrinya mengambil keputusan dan sesuai saran dokter bahwa anaknya harus dioperasi untuk pemotongan saluran anus dan pembuatan lubang anus di bagian perut. Keputusan berat ini diambilnya karena tak ingin kehilangan buah hati.

"Keputusan berat ini terpaksa saya ambil, karena saat itu anak berumur tiga hari belum memungkinkan untuk melakukan operasi lubang anus, kecuali pembuatan saluran di perut," jelas warga RT 02/RW 08 Dusun Merak Desa Sungai Kakap ini.

Namun, setelah sukses dengan operasi itu, dokter menyarankan agar Joko diusia dua tahun harus menjalani operasi lagi untuk penggunaan anus secara normal. "Tapi karena untuk hidup sehari-hari saja saya sudah pas-pasan, saya tidak berani menanyakan berapa besaran biaya operasi untuk anak saya. Bagaimana mungkin saya berani bertanya, kalau saya tidak bisa menyediakan uangnya," ujar Pak Yan, sapaannya.

Meski begitu, Joko tetap tumbuh sebagai anak yang sehat secara fisik, namun secara mental memang agak terbelakang. Wagianto pun tidak tahu pasti, kemungkinan apa yang terjadi pada anaknya.

Saat ini, anus buatan di perut Joko itu harus ditutupi menggunakan kain. Kalau buang air besar, barulah dicuci. "Kalau tidak ditambal dengan kain, sewaktu kotoran keluar juga mengeluarkan bau tidak enak, namanya juga kotoran," ujarnya.

Humas Sekretariat Daerah

Kabupaten Kubu Raya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver